Nama : Eva Nurfadillah
Semester : 6
Mata kuliah : Perencanaan pengajaran
Mengapa diperlukannya perencanaan?
Karena sebuah perencanaan adalah langkah awal untuk menjalankan/melaksanakan kegiatan, ibaran naik sebuah tangga tidak mungkin langsung ke anak tangga yang ke dua. Begitu juga dengan sebuah kegiatan, apapun kegiatannya sangat memerlukan perencanaan.
Apabila suatu kegiatan dilaksanakan tanpa perencanaan,tentunya malah akan memiliki resiko yang lebih banyak dalam menjumpai gangguan/kendala pada saat pelaksanaannya. Mungkin untuk kegiatan-kegiatan kecil, sebuah perencanaan belum memiliki efek yang berarti ketika menemukan kendala atau gangguan ketika kegiatan berlangsung. Akan tetapi bagaimana dengan kegiatan-kegiatan yang berskala besar, bisa berakibat kegagalan pada pelaksanaannya.
Apa perencanaan pengajaran ?
Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu kegiatan. Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan mengajar dalam suatu situasi interaksi guru dan murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Karena dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel. Karena membuat perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik. Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan, berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun faktor bakat ikut pula berpengaruh.
Bagaimana penerapan yang baik ?
Hal yang terpenting dalam penerapan perencanaan pengajaran adalah Menerapkan Prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.
Dibawah ini ada prinsip-prinsip perencanaan dalam pengajaran yang dapat di jadikan sebuah patokan dalam penerapannya yang baik, sehingga menuai hasil yang memuaskan dari rencana yang telah ditetapkan.
Prinsip-prinsip Perencanaan
Pada pokoknya prinsip-prinsip dalam pembuatan perencanaan pembelajaran antara lain :
1. Memperhatikan karakteristik anak
Dalam perencanaan pembelajaran (desain instruksional) harus memperhatikan kondisi yang ada dalam diri siswa dan kondisi yang ada di luar diri siswa (Gagne, 1979:13)
2. Berorientasi pada kurikulum yang berlaku
Perencanaan yang dibuat oleh guru seperti dalam bentuk silabus maupun dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun dan dikembangkan berdasarkan pada kurikulum yang berlaku.
3. Sistematika kegiatan pembelajaran
Urutan kegiatan pembelajaran dikembangkan secara sistematis dengan mempertimbangkan urutan dari yang mudah menuju yang lebih sulit, dari yang bersifat sederhana menuju yang lebih kompleks.
4. Melengkapi perencanaan pembelajaran
Yaitu dengan menambah instrumen-instrumen pembelajaran, misalnya lebar kerja siswa, format isian, lembar catatan tertentu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
5. Bersifat fleksibel (dinamis)
Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat berlangsungnya pembelajaran.
6. Berdasarkan pendekatan sistem
Artinya setiap unsur perencanaan pembelajaran yang dikembangkan harus merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dan memiliki keterpaduan.
Ada empat prinsip lain yang harus dipenuhi dalam pembuatan perencanaan pembelajaran, diantaranya:
1. Spesifik
Selain memenuhi setiap prinsip perencanaan pembelajaran yang telah dibahas sebelumnya, juga perencanaan tersebut dibuat secara khusus. Kekhususan ini terutama dikaitkan dengan setiap kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa.
Dalam setiap perencanaan selain berisi rumusan setiap komponen perencanaan pembelajaran juga ada penambahan kekhususan yaitu jenis keterampilan mengajar yang akan dilatihkan.
2. Operasional
Yaitu rumusan setiap unsur dalam perencanaan pembelajaran dirumuskan dengan bahasa yang operasional dan terstruktur. Operasionalisasi ini terutama berkaitan dengan perilaku yang harus dicapai atau dikembangkan.
3. Sistematis
Yaitu penyusunannya dilakukan secara logis dan berurutan dari mulai identitas mata pelajaran sampai kegiatan evaluasi.
4. Jangka pendek
Setiap perencanaan pembelajaran dibuat untuk setiap kali pertemuan atau latihan yang akan dilakukan .
Daftar pustaka.
1.Sukirman, dadang. 2006. Pembelajaran Mikro. Bandung: UPI Press.
2.http://www.google.com
3.Fandypratama.wordperess.com
4.Deanurulagustina.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar